CERPEN ROMANCE


Derasnya hujan menyelimuti tidurku dimalam ini. Aku tertidur dengan buaian angin yang menampar suhu tubuhku. Aku tidak peduli dengan apa yang akan terjadi esok. Ingin rasanya aku selalu berada di dalam situasi seperti ini, situasi nyaman dan menggeliat jiwaku, seakan hidup ini tak pernah ada.

Pagi hari, sebelum fajar menyingsing di ufuk  timur, aku terbangun dari tidur lelap yang membawaku kedunia khayalan terindah, dimana tidak akan pernah ada di dunia nyata. Ini awal hari baruku, awal perjalananku di mana masa masa paling indah tercipta. Aku bergegas mengambil peralatan mandiku dan memasuki kamar mandi. Ingin rasanya aku tidak pernah merasakan hari ini, akan kulanjutkan mimpi tidurku. Namun, apa daya inilah hidup. Hidup yang selalu di jalanin, dan yang tidak akan pernah berhenti.

Setelah semua telah siap siaga, Aku segera ke ruang makan dan mengucapkan salam termanisku kepada kedua orang tuaku, orang yang sangat aku sayangi, mereka lah penyemangat ku untuk menjalani hidup ini.
‘’pagi ma, pagi pa’’ ucapku kepada mereka sambil memberikan senyuman termanis di awal ajaran baru.

‘’pagi sayang, bagaimana dengan tidurmu semalam?’’ sapa mama.
‘’terlalu lelap ma’’ jawabku santai dengan mengambil sepotong sandwich yang disediakan mama
‘’semoga kamu semangat yaa di hari pertama kamu sekolah’’ ucap mama menyemangatkan ku.

Ini merupakan hari pertamaku di sekolah ‘’Bakti Bangsa’’ setelah 3 hari melakukan MOS (Masa Orientasi Siswa) yang sangat melelahkan,menggetarkan seluruh nafas,menguras seluruh tenaga dan pikiranku. Akhirnya hari yang selalu di tunggu siswa-siswi yang tidak sabar lagi mengenakan seragam kebangsaan putih abu abu, setelah melepaskan seragam masa remaja mereka yang begitu labil.

Jam sudah menunjukkan pukul 06.40 menit. Pagar sekolah tutup pada pukul 07.00. ini artinya Aku segera bergegas meninggalkan rumahku dan berangkat ke sekolah. Sesampai di sekolah, hampir saja Ghea merasakan awal yang buruk di pagi ini. Ghea sampai di sekolah 1 menit sebelum bel berbunyi. Dan itu membuat ghea hampir saja pingsan dikarenakan terus berlari di sepanjang trotoar halte. Hari ini papa ghea tidak bisa menghantarkan ghea ke sekolah, karena ada urusan mendadak.

Ketika Ghea berjalan di koridor sekolah, Ghea seperti mendengar suara seseorang memanggil namanya.
‘’GHEAAAA!!!’
Ghea pun melihat kearah terdengar suara yang memanggil nya itu, ternyata Keyla. Keyla adalah kawan SMP Ghea. Mereka satu kelas sewaktu SMP kelas 7 dan 9. Mereka terlihat sangat dekat dan sudah paham dengan keadaan masing masing, saling memahami sifat, selalu mengerti apa yang di inginkan. Inilah gunanya persahabatan. Persahabatan itu begitu indah bagi hidup, tanpa adanya persahabatan yang melengkapi hidup kita, terasa menjalani hari hari seorang diri.
‘’Apaan sih lo key? Teriak teriak gitu kayak orang hutan aja’’ gerutu ghea.
‘’hehehe sorry deh ghe, habisnya gue kangen banget nih sama lo, udah 2 minggu gue gak ketemu sama lo gara gara gue pulkam ke tasik’’ ujar keyla sambil meringis
‘’lebay deh lo! Baru gak ketemu 2 minggu aja segitunya, gue gak kangen tuh sama lo!’’ ucap Ghea tersenyum jail dan berlalu meninggalkan keyla yang masih terbengong mendengar jawaban ghea.
‘’serius lo gak kangen sama gue? Parah lo ghe!’’ tanya keyla sambil mendengus kesal terhadap ghea yang tidak mengacuhkan nya.
‘’yaa enggak lah... gue justru kangen berat sama lo, lo jahat banget sih sama gue, gak nemenin gue sewaktu MOS, gue tersiksa tau sama kakak seniornya’’ ujar Ghea panjang lebar
‘’duhh kasian deh yang ikut MOS, untung gue gak ikutan. Gue males banget ghe ikutan kayak begituan’’
‘’payah lo, yaudah cari kelas yuk!!’’ ajak ghea kepada keyla dan mengajaknya mencari dimana letak posisi kelas mereka. Mungkin saja mereka akan sekelas lagi seperti kelas 7 dan 9. Dengan begitu mereka bisa kembali duduk sebangku. Ketika mereka mulai berjalan mengelilingi sekolah, akhirnya keduanya menemukan mading ( papan pengumuman ). Ketika mencari urutan nama dari sekian banyak nya nama yang tertera pada papan pengumuman. Akhirnya ghea dan keyla menemukan nama mereka. Betapa girang nya keyla yang akhirnya kembali sekelas lagi dengan ghea.
‘’ghe, kita sekelas lagi yeess!!’’ ujar keyla girang sambil men-tos kan kedua tangannya dengan tangan ghea.
‘’gue gak nyangka key, hahaha’’ ujap ghea

Ghea dan Keyla menempati kelas X IPA 2. Kelas mereka berada di lantai 2 yang bersebelahan dengan ruangan X IPA 1 dan X IPS 1. Tanpa menunggu lagi, keduanya segera menghampiri ruang kelas baru mereka. Mereka mengambil posisi tempat duduk yang nyaman, di barisan kedua dari depan, ditengah tengah dan berhadapan dengan papan tulis, sehingga membuat nyaman ketika belajar dan dibawah kipas angin, kurang apalagi coba?

Bel sudah lama berdering, anak anak IPA 2 pun sudah berhamburan memasuki kelas. Mereka menuggu wali kelas mereka yang sedari tadi tidak kunjung datang. Sampai pada akhirnya, masuklah seorang cowok yang berbadan untuk ukuran seoarang laki laki bisa dikatakan cool. Parasnya yang begitu sempurna, sanggup menggetarkan seisi kelas, terutama para kaum hawa, tidak terkecuali keyla. Namun tidak untuk Ghea. Memang tampang cowok ini sedikit jail dan preman. Ghea yang sedari tadi setelah berhenti berbicara dengan keyla sekitar 10 menit yang lalu, memilih untuk membaca sebuah novel keluaran terbaru. Ghea tidak bergeming dengan kedatangan seorang cowok yang nyaris sempurna ini.

Si cowok tadi itu mengambil posisi tepat dibelakang Ghea. Ghea yang tetap tidak bergeming dengan kedatangan si cowok ini tetap melanjutkan kegiatan membacanya. Sampai akhirnya si cowok ini menegur ghea yang terlihat sedang asik dengan novel nya.
‘’eh permisi dong, maju sedikit bangku lo’’ ujar cowok tadi dengan tatapan dingin
Ghea yang baru tersadar ada seseorang yang menegurnya tadi, kontan melihat  dan memutarkan tubuhnya 180 derajat kebelakang. Ghea mengerutkan kedua keningnya. Karna tidak mengerti, ghea pun mengangkat bahu dengan santainya dan segera kembali ke posisi semula.
Keyla yang melihat Ghea dengan tampang polosnya, kini menggelengkan kepala. Ghea dari dulu memang tidak berubah, gak akan mengerti dengan keadaan sekitar apabila sudah terhanyut oleh buku yang dibacanya. Cowok yang berada di belakang ghea pun terlihat heran dengan sikap ghea. Cowok ini merasa penasaran dengan cewek yang berada tapat di depannya saat ini. Merasa ada yang berbeda dari sosok ghea di mata cowok ini.
Cowok ini bernama Adri, Adrian Nicolas.

Hari ini terasa berat bagi ghea. Semaleman ghea harus mengerjakan pr kimia yang seabrek itu. Pak Yanto memberikan tugas tidak tanggung tanggung. Karena sangking banyak nya tugas yang diberikan, ghea tidak sanggup mengerjakan hingga selesai, dan pada akhirnya ghea pun tertidur.

Sesampai ghea di kelas, ghea melongo tampang tidak percaya yang melihat suasana kelas begitu lengang dan kosong. Padahal ini sudah pukul 06.56, biasanya pada jam segini siswa sudah pada rapi menempati tempat masing masing. Terdiam cukup lama, dan pada akhirnya Adri datang dari arah belakang punggung Ghea.
‘’lo ngapain bengong disitu? Tanya Adri
Ghea yang kaget akan kedatangan Adri yang tiba tiba, akhirnya tersadar dan menatap Adri dengan kening berkerut. Adri yang salting di lihatin ghea segera memalingkan wajahnya sedetik kemudian.
‘’ngapain lo liatin gue kayak gitu’’ tanya Adri
Wajah Ghea semakin berkerut melihat tingkah Adri. ‘’pede banget sih nih cowo?’’ itulah yang terbersit di dalam pikiran ghea. Karena tidak suka ber-basa basi, ghea segera melangkah menuju tempat duduk nya yang berada dibarisan kedua dari depan. Adri segera mengikuti langkah ghea, ghea yang merasa di ikuti dari belakang merasa risih. Sedetik kemudian ghea memutar tubuhnya 180 derajat ke arah Adri. Adri yang tidak siap akan bentuk perubahan ghea selangkah mundur kebelakang.
‘’ngapain sih lo ngikutin gue?’’ tanya ghea ketus
‘’siapa yang ngikutin lo sih?! Gue mau ke tempat duduk gue’’ jawab adri santai kemudian berlalu meninggalkan tempat ghea berdiri ke tempat duduknya.
Menahan rasa malunya, ghea memutuskan untuk kembali ketempat duduknya yang berada di depan Adri. Suasana kelas kini hening, terasa sunyi bagaikan rerumputan yang tidak bergairah. Hanya mereka berdua yang berada di dalam kelas itu. Untuk memecahkan keheningan di antara mereka berdua, Adri berniat beranjak ke tempat duduk ghea, sekalian untuk kenalan sedikit lah.
‘’gue belom tau nama lo nih?’’ ucap adri kemudian beranjak dari tempat duduk miliknya. Ghea tersadar kemudian mendongak kearah Adri yang kini berdiri tepat di atas matanya.
‘’penting banget ya buat lo tau?’’ tanya ghea kemudian tidak mengacuhkan pertanyaan Adri.
‘’ya enggak sih, gue cuma mau kenalan aja kok sama lo, ternyata lo sombong ya orang nya, gak seperti yang gue kira, gue jadi makin penasaran sama lo’’

Mendengar ucapan Adri, ghea tidak terlalu memperdulikannya. Karena bagi ghea itu hanyalah sebatas modus atau gombalan semata yang sering di katakan lelaki buaya darat. Adri, setelah mengucapkan kata terakhir nya pada ghea, kini berlalu meninggalkan kelas. Kini suasana kelas terasa begitu sunyi dengan adanya ghea seorang diri.
‘’eh lo kok malah diam disitu sih? Gak ke lab emang?’’ tanya Adri yang tiba tiba entah darimana muncul lagi di balik pintu kelas.
‘’emang nya disuruh ke lab yaa? Kok gue gak tau sih?’’ gerutu ghea dalam hati
‘’lo sebenarnya dengerin gak sih pak roy ngasih pengumuman semalem? Kemana aja lo?’’ tanya Adri dengan tampang kesal melihat tingkah ghea yang masih tetap terpaku di tempat duduk nya.
‘’gue gak tau semalem ada pengumuman’’
‘’yaudah, tunggu apalagi ayok ke lab.. ntar kita kena hukuman lagi’’ ajak Adri
Tanpa menunggu lagi, ghea segera membereskan peralatan tulis nya. Adri yang menunggu ghea dengan cukup sabar akhirnya mengeluh juga. ‘’dasar cewek! Apa apa aja pasti pake acara lama’’ gerutu Adri dalam hati.
‘’yuk’’ ajak ghea
‘’nama lo siapa sih? Ayolah kasih tau gue, masak iya gue mau manggil lo gak pake nama?’’
‘’kayaknya lo penasaran banget sih sama nama gue, kalo lo mau tau tuh ada di daftar absen’’ jawab ghea ketus
Terdengar desahan napas pelan dari Adri. Ini udah kedua kalinya Ia menanyakan nama pada ghea, namun selalu gagal. -kayak nya nih cewek bukan cewek gampangan, makin penasaran gue dibuatnya- ujar Adri dalam hati
‘’Yaudah deh kalo lo gak mau kasih tau gue’’
Akhirnya Adri menyerah.

Di sabtu pagi yang cerah, perasaan ghea begitu senang banget, gak tau kenapa hari ini rasanya ghea ingin selalu tersenyum. Ketika sampai di depan gerbang sekolah, ghea berpapasan dengan Adri yang sedang berbincang dengan teman 1 team basket nya. Adri yang melihat ghea yang begitu ceria kontan mengerutkan kening nya. Tidak biasanya ghea bersikap semanis itu. Namun, dalam hati Adri tersenyum manis melihat tingkah ghea, cewek yang selama ini selalu bersikap jutek dan dingin padanya yang tampa Adri ketahui sendiri mengapa ghea selalu bersikap seperti itu, cewek yang membuat Adri penasaran setengah mati.

Karena penasaran dengan sikap ghea pagi ini. Adri menghampiri ghea yang lagi berjalan membelakangi Adri menuju kelas mereka.
‘’pagi ghea... duh yang lagi senang banget nampak nya’’ sapa Adri menyamakan posisinya dengan ghea
‘’Apaan sih lo? Mana ada ya’’ jawab ghea ‘agak’ sedikit lembut dari biasanya.
‘’ahh.. gak usah bohong deh, lagi kasmaran ya? Cie yang baru jadian’’ ucap Adri tersenyum jail dan mengedipkan sebelah matanya kepada ghea
‘’siapa bilang kalo gue habis jadian? Jangan sotoy lo dri’’ bantah ghea
‘’eh lo tau nama gue? Akhirnya!’’
‘’norak deh lo’’ ghea pun berlalu dari hadapan Adri
‘’Yakaaaan.... gue kira lo gak peduli siapa gue ghe’’ ucap Adri pelan dan mengangkat kedua bahunya di saat ghea sudah meninggalkannya.

6 bulan kemudian

6 bulan telah terlewati bagi seluruh siswa-siswi bakti bangsa. Di mana antara satu siswa dengan sisa lainnya sudah memahami sifat masing masing. Begitu pula dengan perasaan Adri terhadap ghea, yang semakin lama semakin mendalam. Pernah Adri mencoba untuk melupakan perasaan nya dengan ghea, Adri sadar perasaan nya ini hanyalah perasaan yang bertepuk sebelah tangan. Perlakuan Adri terhadap ghea, selalu saja di anggap wajar dan tidak berarti oleh ghea. Ghea memang merupakan orang yang tidak bisa terlalu cepat ‘peka’ dengan sebuah perasaan. Ini di sebabkan perasaan yang sudah benar benar mati dan di kubur dalam dalam oleh ghea semenjak 10 bulan yang lalu. Perasaan yang membuat perasaan ghea begitu hancur, perasaan yang telah membuat ghea begitu rapat rapat menutup pintu hatinya.

Semakin keras Adri mencoba melupakan, semakin keras pula hati nya memberontak melakukannya. Akhirnya Adri menyerah dengan perasaan ini. Adri mencoba untuk menyimpan dan memendam jauh di lubuk hati yang terdalam. Sampai saat ini Adri belum bisa menyatakan perasaannya, perasaan yang selama 6 bulan terakhir ini membuatnya tersiksa. Entah darimana perasaan ini muncul, semenjak pertama kali Adri bertatapan dengan mata ghea 6 bulan yang lalu saat itulah hati yang dulu pernah terluka perlahan membuka perasaannya.

-perasaan di antara kedua nya sama sama pernah terluka di masa lalu-



Di pagi hari yang begitu cerah, SMA Bakti Bangsa melaksanakan kegiatan rutin di setiap senin pagi, upacara bendera. Di mading terpampang sebuah pengumuman khususnya untuk kelas 10.

Di beritahukan untuk seluruh murid kelas X. Akan diadakan
Persami. Seluruh siswa-siswi wajib mengikuti kegiatan tersebut.
Kegiatan ini akan diselenggarakan pada:
Hari : sabtu-minggu
Tanggal : 02-03 november 2013-13
Tempat : Bumi Perkemahan Bandung

‘’duh... key gue males banget tau gak ikutan yang kayak gini, ntar gue gak bisa tidur nyenyak...’’ rintih ghea pada keyla. Ghea mending tidur di rumah daripada harus keluar gak karuan di malam minggu.
‘’gak papa lah ghe.. sekali sekali lo ikutan camping, waktu smp kan lo gak pernah ikut camping’’
‘’ya mau gimana lagi key, gue terpaksa ikut’’ jawab ghea ogah ogahan.

Sehari lagi persami akan di adakan. Seluruh siswa siswi SMA Bakti Bangsa kontan mempersiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan peralatan kemah. Acara ini memang khusus hanya untuk kelas 10 saja. Bagi kelas 11 dan 12 hari sabtu di liburkan, terkecuali pembina pembina pramuka. Bagas, sebagai ketua dari pramuka mengumpulkan seluruh kelas 10 untuk di berikan arahan buat besok.  Karna ini merupakan camping perdana mereka ketika berada di SMA Bakti Bangsa, maka siswa harus berhati hati. Karena camping mereka bukan lah berada di tempat yang nyaman. Mereka mengadakan camping di bumi perkemahan bandung, jawa barat.

Adri yang sedang sibuk berbincang bincang dengan segerombolan wanita, yaahh... maklumin saja Adri merupakan salah satu idola di SMA Bakti Bangsa. Meskipun baru 6 bulan bersekolah disini, Adri sudah banyak di kenal. Ghea yang melihat tingkah Adri dari kejauhan, hanya bisa geleng geleng kepala.
‘’dasar cowok! Dideketin gitu aja udah lehay banget’’ gerutu ghea, sekali sekali melirik ke arah Adri
‘’jangan di lihatin gitu terus ghe, ntar lo naksir lagi sama dia’’ goda keyla yang tiba tiba saja sudah berada di samping ghea dan meyenggol bahu kanan nya.
‘’apaan sih lo key. mana mungkin gue naksir sama cowok kayak dia’’ bantah ghea
‘’yakin lo? Awas aja lo kalo jadian sama dia ya hihihihi’’ goda keyla semakin menjadi.
‘’ah udahlah.. gimana persiapan lo key buat besok?’’ tanya ghea mengalihkan pembicaraan
‘’huh.. bisanya mengalihkan pembicaraan aja. Persiapan gue yah udah 80% lah ghe, gue tinggal persiapin baju ganti aja kok’’ jelas keyla
‘’enak banget lo! Gue aja 50% belom.. males gue key’’
‘’gila lo ghe........ besok loh kita camping nya, kok lo malas santai gitu’’
‘’udah gue bilang gue males, nanti malam lo temenin gue beres beres ya, gue jemput deh’’ ujar ghea
‘’oke bossss!’’

Hari yang di tunggu seluruh siswa SMA Bakti Bangsa pun tiba, kecuali untuk ghea. Ini merupakan hari yang sangat di benci nya. Gara gara kegiatan ini ghea harus rela menyisakan waktu tidur nya hanya demi acara yang gak penting ini. Ghea dan Keyla sampai di sekolah pukul 06.15. ini terasa cepat bagi ghea untuk pergi seperti biasa. Biasanya ghea kalau pergi sekolah pukul 06.45, tapi tidak untuk hari ini. Sesuai dengan perkataan pak kaidir, pembina pramuka. Seluruh siswa harus sampai di sekolah pada pukul 06.15, tanpa ada kata terlambat. Jika ada yang terlambat maka tidak akan di berikan toleransi lagi. Ini lah prinsip pak kaidir, ‘’jika melakukan kesalahan, tidak akan pernah ada kesempatan kedua’’. Itulah sebabnya ghea was was, bisa bisa kalo terlambat bakalan kena konsekuensi nya.

Mereka berangkat pada pukul 09.00. Ghea kesal melihatnya, sepanjang jalan ghea hanya bisa menggerutu tidak karuan kepada siapa pun. Keyla yang merasa bosan dengan perkataan ghea, menyuruh ghea untuk diam. Akhirnyaa ghea menuruti perkataan keyla. Perjalanan ini berjalan dengan lancar, ada 5 buah bus yang mengantarkan siswa ke bumi perkemahan. Mereka gak boleh asal menaiki bus. Satu bus harus sesuai dengan kelas masing masing, duduk nya pun tidak boleh sembarangan. Harus sesuai dengan nomor absen. Sialnya bagi ghea yang harus bersebelahan dengan Adri, karena nomor absen mereka berdua berurutan.

Adinda ghea khairani
Adrian Nicolas

Sepanjang perjalanan ghea hanya bisa cemberut, ini bukan hal yang menyenangkan bagi nya. Pramuka yang sangat tidak disukai ghea dan ‘harus’ duduk bersebelahan  dengan cowok playboy semacam Adri. Ini malapetaka! Bagi ghea. Cewek cewek yang berada di dalam bus itu iri melihat ghea yang bisa duduk bersebelahan dengan Adri. Tapi apa bagusnya?
Adri melihat ghea yang sedari tadi memasang wajah cemberut, akhirnya memulai pembicaraan di antara keduanya.
‘’kok lo dari tadi kayak nya bete aja, gak suka duduk sama gue?’’ tanya Adri
Ghea tetap terpaku tidak membalas ucapan Adri.
‘’gue gak ngerti ghe, kenapa lo kayak nya benci banget sama gue, emang gue pernah nyakitin lo?’’ tanya adri (lagi)
‘’perasaan lo aja tuh’’ jawab ghea ketus
‘’iya emang perasaan gue, perasaan gue yang bilang kalo lo kayak nya selalu gak suka ngeliat gue’’ ujar Adri santai sambil meletakkan kedua tangan nya dibelakang kepala.
‘’itu lo tau, terus ngapain nanya’’
‘’ya gue gak ngerti aja, apa alasan lo buat gak suka sama gue’’
‘’karna lo cowok slengean! Udah ah gue ngantuk mau tidur. Lo jangan berisik! Sekali lagi lo nanya gue bakalan pindah tempat’’ ancam ghea
‘’yeeeeee.... sewot amatt’’

Setelah percakapan terakhir antara Adri dan ghea. Adri engga lagi mengusik ghea yang tertidur dengan pulasnya. Adri pun  memilih untuk mendengarkan lagu dari i-pod nya. Keheningan yang terjadi di dalam bus tersebut membuat seisinya terhanyut dalam alam mimpi walau hanya sekejap saja.

2 jam perjalanan itu waktu yang cukup lama untuk ghea beristirahat. Setelah terbangun dari tidurnya, ghea  mendengar keributan di sekeliling. Ternyata mereka telah sampai di tempat tujuan. Baiklah, ini bukan waktunya untuk berlehai lehai. Ghea mengambil posisi untuk segera bangkit dari tempat duduk nya namun terhalang dengan keberadaan Adri yang masih tertidur. Terpaksa ghea membangunkan lelaki yang berada di samping nya ini.

-ternyata nih cowok kalo lagi tidur manis juga yaaaa- ujar ghea dalam hati.

‘’eh bangun dong! Gue mau keluar nih’’ kata ghea setengah berteriak
Adri yang sadar akan keberadaan ghea di depan nya kontan mendongak ke arah ghea, meminta penjelasan mengapa ghea permisi keluar.
‘’mau kemana sih ghe? Emang udah nyampe’’ tanya adri
‘’udah dari tadi kaleee.. minggir deh gue mau turun’’
‘’ghee......’’
Kontan adri menarik lengan kanan ghea dengan lembut, ghea tersentak melihat perlakuan adri yang tiba tiba. Terdiam cukup lama di antara keduanya, adri dan ghea saling menatap. Menatap bayangan wajah masing masing di bulatan hitam coklat yang melingkari kedua mata itu. Ghea yang tersadar, langsung menepis pergelangan tangan nya dari Adri.
‘’apaan sih?’’ ucap ghea sewot kemudian berlalu meninggalkan adri yang masih terdiam akan perasaan yang lama telah hilang, dan kini mulai terasa kembali sampai pada akhirnya Adri tidak bisa mengontrol perasaan yang telah lama hilang itu.

Di bumi perkemahan, langkah awal yang di lakukan adalah membangun tenda. Adri yang melihat ghea dari kejauhan hanya bisa memandang gadis yang selama ini ingin sekali di raihnya. Memandang sikap ghea yang begitu menggemaskan. Berulang kali mencoba membangun tenda namun tetap saja gagal. Ingin rasanya Adri membantunya, tapi.... pasti nanti di tolak cewek itu. dasar cewek! Gengsi nya tinggi banget melebihi menara eiffel. Yang tadi nya butuh bantuan, ngaku ngaku gak butuh. Hal itu udah kebaca di pikiran Adri.
‘’wesss bro! Kalo lo naksir sama ghea, tembak dong! Di mana kejantanan lo’’ ucap angga, sohib Adri. Angga memang sudah memperhatikan sohibnya ini dari awal. Ada hal hal ganjil yang terbersit di pikiran Angga tentang tatapan Adri tentang ghea.
‘’Eh lo ga, ngomong apasih lo’’ bantah Adri
‘’udah lah dri, lo gak usah terus nyimpan perasaan lo itu, semakin lo simpan, semakin sakit’’ jelas angga
‘’maksud lo?’’ tanya adri tidak mengerti
‘’gak usah pura pura lagi dri, gue tau kok lo suka sama ghea’’ ucap angga tersenyum tipis lalu memukul pundak adri perlahan
‘’kok...........’’
‘’kok gue bisa tau? Gue nih sohib lo dri, gue ngerti banget gimana elo, seluk beluk elo gue ngerti banget’’
‘’gue bakalan nyatain ga, tapi tunggu waktu yang tepat. Habisnya dia jutek banget sama gue’’
‘’lo gak usah khawatir masalah sikap dia ke elo, yang penting lo udah nyatain semua unek unek lo sama dia, itu aja udah bikin hati sama pikiran lo bakalan tenang bro!’’ ujar angga menasehati adri, yang seolah olah udah paham banget soal masalah beginian. Angga memang sohib Adri yang paling bisa ngertiin Adri. Gak salah Adri berteman dengan angga.

Mendirikan tenda sudah dilakukan, kini seluruh siswa mempunyai tugas masing masing. Tugas ini di lakukan secara perkelompok dan sesuai nomor absen. Adri dan ghea kebagian tugas untuk mengambil air di sungai. Lagi lagi ghea kesal melihat situasi seperti ini yang mengharuskan dirinya harus bersama Adri. Alasan ghea begitu membenci Adri karena Adri mengingatkan nya kepada masa lalu, masa lalu yang telah membuat nya begitu kelap. Hal itulah yang membuat ghea tidak ingin melihat kebelakang lagi, ghea ingin melupakan semuanya, semua kisah manis antara dirinya dan sesorang yang pernah dicintainya semasa SMP.

Adri menyamai langkah nya dengan ghea. Sebenarnya ghea males banget harus melakukan kegiatan ini bersama Adri. Jika di perbolehkan ghea ingin melaksanakannya bersama keyla. Adri yang sedari tadi hanya cengengesan menatap ghea, ghea merasa risih akan hal itu.
‘’ngapain sih lo cengengesan gitu? Ada yang lucu?’’ tanya ghea ketus
‘’iya ada. Elo yang lucu’’ jawab Adri dengan tampang yang masih cengengesan
‘’apanya yang lucu coba?’’
‘’wajah lo, imut imut gimana gitu’’

Ghea paling males mendengar gombalan cowok yang seperti ini. Ghea memilih mempercepat langkahnya. Sesampai di sungai, ghea bingung bagaimana cara mengambil air nya sementara ghea tidak membawa wadah. Karena panik, ghea tidak sadar ada kayu yang menghalanginya untuk berjalan. Hal yang tidak di inginkan terjadi, Ghea terjatuh kedalam sungai dan terbawa arus yang membawanya begitu cepat. Adri yang melihat kejadian itu, tanpa berfikir panjang segera menolong ghea dengan raut yang begitu khawatir, tidak peduli kerikil kerikil kecil yang menusuk telapak kaki nya. Yang ada dalam pikiran nya saat ini adalah menyelamatkan ghea.

Setelah sekian lama berperang dengan arus sungai, akhirnya adri menemukan ghea dalam keadaan pingsan. Ghea tidak kuat melawan arus sungai yang begitu deras. Adri membawa ghea dengan tergopoh gopoh ke tenda dengan perasaan khawatir dan kalut. Adri takut akan terjadi apa apa dengan ghea. Setelah ghea siuman, Adri memilih untuk pergi, Adri tidak sanggup melihat keadaan ghea yang begitu lemas. Adri enggak bisa menahan rasa ingin memeluk gadis itu, semakin dia berada di dekat ghea semakin kuat rasa itu, jadi sebaiknya adri pergi. Hilang ntah kemana............

‘’key, kok gue bisa ada disini?’’ tanya ghea kepada keyla
‘’iya ghe, tadi lo hampir aja mati kebawa arus, untung ada Adri yang nolongin elo’’ jelas keyla
‘’hah? Serius lo key? aduuuhh....’’ kepala ghea terasa pusing
‘’eh elo kenapa ghe? Udah mendingan lo istirahat aja dulu, jangan banyak nanya’’ ujar keyla memberikan nasehat

Akhirnya ghea menuruti perkataan keyla, ghea tertidur cukup lama. Larut dalam alunan mimpinya. Sampai acara api unggun pun tiba, dimana acara yang paling di tunggu tunggu saat camping. Seluruh siswa Bakti Bangsa segera berkumpul di api unggun. Ada yang bernyanyi ria ada yang bermain gitar. Ghea dan keyla sedang asyik nyanyi terlihat raut wajah yang bergitu berseri di wajah ghea. Ntah apa itu....
Adri yang sedang bermain gitar dan nyanyi bersama angga, kini berada tepat di seberang posisi ghea dan keyla. Adri yang terlihat begitu ceria, selalu menatap ghea tanpa berhenti. Ghea yang tidak menyadari akan hal itu, cuek saja. Sampai acara api unggun pun di mulai............

‘’oke guys! Di awal pembukaan acara ini ada yang mau nyumbangin pensi?’’ tanya raka, MC acara api unggun.
Adri mengacungkan tangan.
‘’gue mau nyanyi lagu nih ka’’ ujar Adri
‘’oh boleeeh boleeh, silahkan dri’’ raka mempersilahkan acara ini di awali dengan lagu yang di bawakan Adri
‘’okee lagu ini gue persembahkan buat cewek yang selama ini udah buat gue mati penasaran’’ ujar Adri dengan menatap ke arah mata ghea begitu lekat.
Dan ini lagu yang dibawaka oleh Adri

Disaat ku membuka mata
Ku lihat wanita yang terindah
Dia tersipu enggan bicara
Dapatkah aku temaninya

*Beribu-ribu macam cara
Menyentuh pesonanya yang ada
Dia tersenyum oh sungguh manja
Ketika ku sapa dirinya

**Oh sungguh aku tak kuasa
Menahan semua rasa yang ada
Jika ku tak bisa ku tak mampu
Untuk bersamanya

***Pasti akan mati mati aku sungguh mati
Bila tak ada cinta dihatiku
Biarkanlah diriku
Untuk terus bersamamu

****Cinta cinta cinta itu indah
Bila kau rasakan dengan sepenuh hati
Ijinkanlah aku untuk tetap mencintamu

Mati mati aku sungguh mati
Bila tak ada cinta dihatiku

Mati mati aku sungguh mati
Bila tak ada cinta dihatiku
Biarkanlah diriku
untuk terus bersama mu

Setelah menyanyikan lagu tersebut, semua mata terpana mendengar suara Adri yang begitu indah menghayatinya. Adri berdiri melangkah menuju tempat ghea. Ghea begitu menikmati suara Adri, kini ghea tidak mengerti maksud dari Adri melangkah ke tempat nya. Adri mengulurkan tangannya kepada ghea, ghea menurut saja apa yang di lakukan adri. Kini mereka berdua berdiri di tengah lingkaran manusia di sekelilingnya.

‘’Gue pengen ngasih tau sama lo semua! Kalo gue sayang banget sama ghea! Gue udah gak tahan lagi mendam semuanya, sekarang di depan mata lo semua, gue pengen ngutarain isi hati gue sama ghea’’
Ghea kaget bukan main mendengar ucapan Adri
‘’ghe.... gue udah lama banget mendam ini semua, gue sekarang udah gak bisa mendam semuanya, gue gak mau kehilangan lo’’ ucap Adri sungguh sungguh

Ghea hanya bisa terdiam dan tidak berdaya, ghea tidak menyangka akan mendengar hal ini. Ghea menagkap nada ketulusan di mata Adri. Kini ghea tidak bisa berbuat apa apa lagi, ghea hanya bisa terdiam kaku di tempat dia berdiri. Adri melangkah semakin mendekati ghea, kemudian mendekatkan bibir nya di kening ghea dan mengecupkan sebuah ciuman hangat di kening ghea, dan Adri memeluk ghea erat erat. Seakan akan tidak ingin kehilangan gadis yang di cintainya selamanya. Ghea menikmati sebuah kecupan dan pelukan yang begitu hangat di malam ini, malam yang begitu mengibaskan angin keseluruh tubuh. Di malam ini, terbawa oleh angin, di bawah langit gelap, di atas bukit...... disinilah bertemunya cinta yang selama ini tak pernah di sangka, cinta yang membawa ke dunia baru, cinta yang melepaskan kenangan masa lalu bersama masa depan.


----------------------------------------------------------------------------------------------------------TAMAT-----------------------------------------------------------------------------------------------------------






No comments:

Post a Comment